Saturday, February 20, 2010

Ke Klinik Sam Marie

Rindu akan Anak
Setelah 1 tahun 6 bulan menikah, kami memutuskan untuk berobat ke klinik SamMarie, di Jakarta Selatan. Dengan harapan agar dapat memiliki keturunan segera karena direkomendasikan oleh temen suami saya, mas Sigit, maka kami jalan selepas sholat dzuhur di tengah rintik hujan. Setelah jalan kurang lebih 15 menit, sampailah kami di klinik yang bernuansa ungu ini.
Klinik SamMarie
Klinik ini memang dikhususkan untuk pasutri yang kurang subur (infertil), yang belum memiliki keturunan dan/atau yang sudah lama menginginkan anak lagi. Ternyata setelah di lihat tidak hanya dokter ginekolog saja, tapi juga praktek dokter yang lain. Setelah tengok sana sini, kami pun mendaftar ke dokter Otamar, ginekolog.
Dokter Otamar
Dokter Otamar perawakannya ramah, kebapakan, dan baik. Saya menceritakan riwayat kesehatan/siklus mentstruasi saya, yang tidak teratur. Terakhir saya mengalami menstruasi adalah 8-12 Juni 2009. Setelah berkonsultasi, saya di USG, dan dinyatakan bahwa letak rahim saya normal. Alhamdulillah. Kemudian dokter Otamar menjelaskan bahwa faktor pasutri tidak bisa memiliki keturunan adalah disebabkan beberapa faktor, diantaranya ketidakseimbangan hormon, darah istri yang imun dengan sperma suami, dll. Oleh karena itu dianjurkan untuk menjalankan beberapa tes laboratorium untuk mengetahui secara tepat penyebabnya. Kemudian kami diberi beberapa surat pengantar tes laboratorium dan resep obat.
Obat dan Laboratorium
Setelah dari dokter Otamar, kami diberi obat oleh suster dan beberapa lembar surat pengantar tes laboratorium. Obat yang diberikan kepada saya adalah obat Prothyra (10mg tablet) sebanyak 10 butir yang harus dikonsumsi satu setiap malam sebelum tidur. Menurut dokter, apabila normal, biasanya setelah 10 obat tersebut habis dikonsumsi, normalnya, 4 atau 5 hari kedepan seharusnya saya sudah menstruasi. Tapi diperjalanan nya, apabila belum habis 10 ternyata sudah menstruasi, maka obat harus dihentikan dan mulai menghitung hari untuk melakukan serangkaian tes laboratorium, diantaranya:
1. Tes FSH dan LH setelah hari ke-7 atau 8 menstruasi;
2. Tes HSG setelah hari ke-9 atau 10 menstruasi;
3. Tes USG Folikel setelah hari ke-12 atau 14 atau 16 menstruasi;
4. Tes Prolaktin, Estradiol 17, Estriol, dan Progesteron hari ke-21 atau 22 menstruasi; dan
5. Tes toksoplasma, rubella, sitomegalus, herpes simpleks I&II, klamidia, dan mikroplasma, kapan saja dapat dilakukan.
Apabila setelah 10 hari mengkonsumsi habis obat tersebut saya masih belum mengalami menstruasi, maka saya harus kembali ke dokter untuk dilakukan tindakan medis yang lain.
Selain itu mas Sigit juga harus melakukan tes diantaranya adalah:
1. USG testis; dan
2. Analisa Sperma.
Perjanjian Tindakan
Setelah mendapatkan briefing dari suster yang berwenang, kami pun langsung membuat perjanjian untuk melakukan tes no (5) untuk saya dan tes (1) dan (2) untuk mas Sigit pada hari Sabtu tanggal 27 Februari 2010. Dimana untuk tes no (5) saya dapat melakukan jam berapa saja, sedang kan tes mas Sigit (1) harus temu janji dengan dokter Daniel jam 4 sore dan (2) mas Sigit harus dilakukan sebelum jam 12 siang.
Biaya
Biaya untuk berobat kali ini, kami mengeluarkan uang total sebesar Rp.366.500, dengan rincian biaya:
1. Konsultasi spesialis - 130.000
2. Administrasi konsultasi - 20.000
3. USG folikel (1) - 170.000
4. Obat Prothyra 10mg 10 butir - 46.500

Sekian dulu jurnal berobat kami kali ini ke klinik SamMarie, Sabtu, 20 Februari 2010

No comments: